https://la-li.or.id/ Rabu, 10 Januari 2019 berlokasi di Pabrik Yakult Cicurug – Sukabumi. PT.Yakul dan LALI melaksanakan pertemuan untuk membahas rencana lanjutan program AHLP (Alamku Hijau Lestari dan Produktif) untuk Tahun 2019.

Tahun 2018 merupakan tahun ke 4 kerjasama LALI dan PT Yakult dalam menjalankan program konservasi di Gunung Salak. Pada kesempatan tersebut pihak Yakult dan LALI melakukan evaluasi secara menyeluruh dari capaian program dan kondisi eksisting di sesuaikan dengan rencana awal yang di sepakati pada tahun 2015.

Menurut Antonius Nababan jika saja kegiatan penanam dilakukan kembali pada tahun 2019 maka secara otomatis kerjasama LALI dan Yakult harus dilanjutkan setidaknya sampai 2022 atau 3 tahun pasca penanaman. Karena yakult menginginkan semua pohon yang ditanam benar-benar tumbuh dengan baik sehingga bica mencapai kelestarian lingkungan.

Sementara menurut Bayu (Manajer Program) menyampaikan bahwa pada tahun 2019 ini kegiatan kerjasama LALI dan Yakult akan lebih memfokuskan pada peningkatan kesejahteraan ekonomi Pokja (Kelompok Kerja) melalui pembentukan cabang usaha baru selain agroforestry.

Adapun dalam aksi rehabilitasi lahan kritis prioritas jangka pendek yang akan dilakukan adalah kegiatan pemeliharaan pohon 2015-2018 dan tambal sulam sebanyak 30% pohon yang mengalmi kematian yang di tanam pada tahun 2019 akibat dari kemarau panjang.