LA-LI.OR.ID – Yayasan LA-LI bersama PT. Yakult Indonesia Persada tanam 10 Pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap alam dan lingkungan di Taman Nasional  Gunung Halimun Salak (TNGHS). Penanaman dilakukan di blok Cipeuncit sekitar sub DAS (Daerah ALiran Sungai) Cicatih pada Rabu 02/05/18 dengan melibatkan Pokja Gempal, jajajaran Muspika Cicurug, Pemdes Pasawahan dan Tenjolaya, tokoh masyarakat, dan juga siswa sekolah dasar.

Kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut dari program kemitraan LA-LI – Yakult di tahun 2015 pada program “Alamku Hijau Lestari dan Produktif” yang digagas oleh Yayasan LA-LI. “Sekitar 25 ribu pohon sudah ditanam oleh Pokja Gempal di Gunung Salak dari tahun 2015 sampai saat ini”. Kata Haetimi (fasilitator program) di sela-sela penanaman.

Pada agenda ini, fasilitator langsung mengarahkan tamu undangan dan seluruh peserta yang hadir untuk melakukan penanaman di blok cipeuncit yang berjarak 300 meter dari lokasi ceremoni penanaman. Haetimi mengatakan bahwa pada penanaman di tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, “kalo sebelumnya ceremoni di awal dan dilanjutkan dengan penanaman, kali ini ceremoni diakhirkan setelah penanaman dilakukan”. Katanya.

Setelah penanaman selesai, tamu undangan dan seluruh peserta kemudian diarahkan ke lokasi ceremoni di helipad murbey untuk melanjutkan agenda ke acara ceremonial. Pada sambutan pertama Aang E Hudaya (Direktur LA-LI) menyampaikan, “penanaman ini sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan untuk menjaga ekosistem alam, apabila ekosistem terjaga maka kehidupanpun akan terjaga”. Pungkasnya.

Aang juga berkata, “bahwa kita harus menjadi pelaku sejarah dalam menjaga kehidupan di masa yang akan datang, caranya dengan melestarikan alam disekitar kita”. Katanya di sela-sela sambutan.

Selanjutnya Presdir PT. Yakult Indonesia Persada Sanae Ueno turut menyampaikan sambutannya yang terkait dengan manfaat produk Yakult dalam kehidupan sehari-hari kita, “yakult bermanfaat untuk tubuh kita karna bisa meningkatkan kekebalan tubuh”, tuturnya. Yang terpenting dari sambutannya yaitu adalah keterlibatan PT. Yakult dalam kegiatan konservasi alam di TNGHS, “kami senang bisa terlibat dalam kegiatan positif ini, terimakasih untuk semua yang terlibat”. Pungkasnya.

Selain itu Kepala Desa Pasawahan juga menyampaikan apresiasi dalam sambutannya, “apresiasi yang sebesar-besarnya kepada LA-LI dan PT. Yakult yang telah kontinyu melakukan kegiatan positive, program penghijauan tersebut tidak hanya mengembalikan fungsi hutan sebagai ekosystem guna menjaga ketersediaan air juga dilakukan program pemberdayaan”. Kata Dahlan Sudarlan.

Ia juga berharap ini menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain untuk terlibat dalam menjaga dan melestarikan alam melalui Corporate Social Responsibilty (tanggung jawab social perusahaan). “Saya berharap program tersebut dicontoh perusahaan lain yang ada di Desa Pasawahan guna melahirkan symbiosis mutualisma antara lingkungan dan perusahaan.” Tegas Dahlan Sudarlan. (asz)