LA-LI.OR.ID –  Dalam rangka pemetaan lahan kritis untuk penanaman 10 ribu pohon, Pokja Gempal Desa Pasawahan bersama fasilitator program konservasi Yayasan LA-LI telah melakukan transek lahan di wilayah Taman Nasional Gunung Halimun Salak Sukabumi pada hari minggu, 08/04/18.

Transek dilakukan untuk mengetahui lahan kritis yang layak ditanami pada program kerjasama konservasi Yayasan LA-LI bersama PT. Yakult Indonesia di tahun 2017 yang dilaksanakan pada tahun 2018 ini. Haetimi (fasilitator program) mengatakan bahwa pokja melakukan transek dengan dibekali alat GPS untuk menentukan titik koordinat hasil pemetaan dan untuk memudahkan perjalanan. “Hasil dari transek tersebut akan dikaji dan di analisis untuk mengetahui  lahan mana yang layak menjadi prioritas penanaman”. Katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa transek dilakukan selama 5 jam perjalanan kaki menyusuri luas tanah 6 hektar. “kita melakukan perjalanan kaki selama kurang lebih 5 jam di hutan TNGHS”. Jelas haetimi. Selain itu ia juga menjelaskan bahwa penanaman akan dilakukan pada mei mendatang, untuk itu pokja bekerja semaksimal mungkin agar pada pelaksanaan nya persiapan lahan bisa segera diselesaikan. (asz)