LA-LI.OR.ID – Selasa, (30/01/18) Anggota DPRD Komisi III bersama Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kabupaten Sukabumi melakukan kunjungan dinas ke PT. Yakult Indonesia Persada. Dalam kunjungan tersebut, Yayasan LA-LI sebagai mitra kerja perusahaan juga turut hadir sebagai tamu undangan.

Kunjungan DPRD Komisi III bersama BAPENDA ke PT. Yakult bertujuan untuk melakukan rapat kerja / kunjungan kerja pembahasan CSR dan pajak daerah dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Ada beberapa pembahasan dalam kunjungan tersebut diantaranya; evaluasi implementasi program CSR perusahaan, keterlibatan perusahaan dalam forum CSR, dan pembahasan terkait PAD.

Pada prosesnya agenda tersebut dibuka secara formal oleh pimpinan komisi III DPRD Kab. Sukabumi dengan memberikan gambaran umum maksud dan tujuan kunjungan ke setiap perusahaan yang ada di Sukabumi yang salah satunya yaitu kunjungan ke PT. Yakult. Pimpinan komisi III juga memperkenalkan anggota DPRD yang hadir dari beberapa perwakilan fraksi partai. Selain itu, BAPENDA Kab. Sukabumi juga turut memaparkan tentang prosedur pelaksanaan peningkatan pendapatan asli daerah.

Selanjutnya, perwakillan manajemen PT. Yakult memaparkan tentang beberapa program CSR perusahaan yang telah diimplementasikan. Antonius Nababan (Direktur Communication & Marketing PT. YIP) menjelaskan, bahwa program CSR PT. Yakult telah dilaksanakan dengan baik di beberapa sektor seperti lingkungan, pendidikan, dan kesehatan. Sementara di sektor lingkungan dan pendidikan, PT. Yakult telah bekerjasama dengan LA-LI sebagai mitra perusahaan dalam mengimplementasikan program CSR sesuai dengan pengajuan program dari LA-LI. Ia mengatakan, “program kerjasama Yakult – Lali ini sudah terjalin selama 4 tahun dari tahun 2014 sampai sekarang, adapun fokus implementasinya pada aspek konservasi tanah dan air, pemberdayaan masyarakat, peningkatan ekonomi masyarakat, dan juga edukasi terhadap siswa sekolah dasar”. Katanya.

Adapun pemaparan program CSR yang telah dilakukan secara rinci dijelaskan oleh Bayu Permana (Admin Program LA-LI). Ia menjelaskan “pada program konservasi LA-LI telah melakukan penanaman pohon puspa di Gunung Salak, pembuatan lubang biopori dan sumur resapan, sedangkan insentif pada pokja diberikan bibit agroforestry berupa bunga potong yang ditanam di hutan masyarakat. Pada program pemberdayaannya LA-LI telah menyelenggakarakan sekolah agroforestry, pelatihan pembuatan pupuk kompos dan pestisida nabati, pelatihan pemetaan dan pembuatan peta digital”. Pungkasnya.

Selain itu bayu juga menyampaikan bahwa program yang telah diimplementasikan di dokumentasikan dan dipublikasikan dengan memanfaatkan media elektronik, cetak, dan media sosial. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kampanye sosial terhadap masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Dari berbagai pemaparan yang telah disampaikan, DPRD Komisi III dengan BAPENDA mengapresiasi dan menilai program CSR  yang telah dilaksanakan PT. Yakult ini sudah memenuhi prosedur yang baik, selain itu pada aspek pendapatan asli daerah BAPENDA menilai PT. Yakult sebagai perusahaan yang taat pajak. (asz)