http://la-li.or.id/ Sukabumi, 08 Desember 2016

Sukabumi – Dalam rangka mengawali program konservasi di Desa Jayabakti, LA-LI bersama PT. AQUA TIV Babakanpari menggelar kegiatan Sosialisasi SLA Konservasi. Adapun beberapa unsur yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu BP3K Cidahu, Pemerintah Desa Jayabakti, BPD Jayabakti, tokoh masyarakat, dan kelompok tani setempat. Kegiatan ini dilaksanakan pada kamis (08/12/16) dari pukul 09.00 – 12.00 WIB di aula kantor Desa Jayabakti Cidahu – Sukabumi.

Sosialisasi SLA Konservasi merupakan kegiatan untuk memperkenalkan dan membangun partisipasi  masyarakat dalam program konservasi alam yang akan dilakukan di Desa Jayabakti. Beberapa kegiatan pokok yang ada dalam Sosialisasi SLA Konservasi yaitu; pembentukan GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani), pelatihan penanaman, dan Simulasi pembuatan sumur resapan dan lubang biopori.

Acara sosialisasi SLA konservasi diawali dengan pembukaan dan sambutan dari BPD, LALI, KADES, dan perwakilan PT. AQUA TIV Babakanpari. Diawal sambutan Baban (BPD Desa Jayabakti) menyampaikan rasa syukurnya karna sebelumnya Desa Jayabakti telah mendapatkan bibit tanaman buah, dan juga mendapat bantuan seperti pembuatan biopori dan sumur resapan. Ia juga bersyukur kali ini juga mendapatkan bantuan serupa yang kedua kalinya, “Kita bersyukur  sebelumnya desa jayabakti pernah mendapatkan bantuan bibit pala, damar, jati, biopori, sumur resapan dan juga material pipanisasi di bojongpari. Bersyukur juga tahun ini kita mendapatkan bibit manggis, semoga dapat bermanfaat untuk kelestarian lingkungan desa jayabakti “. Ungkapnya.

Selain itu Opik (Kades Jayabakti) juga berharap melalui kegiatan SLA dan Pelatihan ini dapat memberikan manfaat dan pencerahan bagi perangkat desa, tokoh masyarakat, kelompok tani yang berada di lingkungan Jayabakti. Ia juga menuturkan bahwa pemerintah desa terbuka kepada semua pihak yang ingin bekerjasama untuk membangun desa Jayabakti, “Sebagai kepala desa saya terbuka kepada semua pihak yang mau membangunan di desa jayabakti, dan sebisa mungkin kita mendukung agar semua rencana dapat berjalan dengan lancar dan sebagaimana mestinya”. Tuturnya.

Pada dasarnya program pembangunan harus bersifat jangka panjang dan berkelanjutan, maka partisipasi masyarakat menjadi sangat penting dalam program ini. Tujuan pembangunan desa melalui konservasi tidak lain adalah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Bentuk kesejahteraan dapat dilihat dari kemandirian masyarakat terutama dalam aspek ekonomi.

Mengenai hal itu, direktur LA-LI juga menyampaikan bahwa melalui program konservasi di Desa Jayabakti akan memberikan dampak positive bagi masyarakat setempat, dan harapannya Jayabakti akan menjadi desa percontohan dalam hal sentra penghasil buah manggis sehingga dapat mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat juga dapat mewujudkan one village one program.

Selanjutnya pihak PT. AQUA TIV Babakanpari yang diwakili oleh Syarofah menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh unsur dan seluruh masyarakat jayabakti  yang terlibat dalam program konservasi di jayabakti. Ia juga mengatakan, “Setelah peninjauan yang dilakukan oleh pihak PT. AQUA maka kita memutuskan untuk melakukan konservasi di cikareo dan bojongpari. Programnya yaitu penanaman, pembuatan lubang biopori dan sumur resapan. Kami mohon kerjasama dari semua unsur baik tokoh masyarakat, kelompok tani, pemerintah desa, dan bpd”. Ia juga berharap kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan apa yang direncanakan. (ASZ)