IMG-20160831-WA0004 IMG_20160831_145006 IMG_20160830_091231 IMG_20160830_092312

http://la-li.or.id/ Sukabumi, 30-31 Agustus 2016

Konservasi Berbasis Kearifan Budaya Lokal merupakan tema besar kegiatan yang dilakukan LA-LI bersama PT. AQUA di hulu sub DAS Cicatih. Konservasi Hulu Das Cicatih yang telah dilaksanakan merupakan langkah awal dalam mewujudkan peningkatan kemampuan masyarakat dalam pengelolaan Sumber Daya Desa  yang meliputi pembangunan bidang ekonomi, sosial dan budaya serta fisik maupun infrastruktur yang dilakukan secara partisipatif, demokratis dan akuntabel. Dengan menjalankan pengelolaan dan pelestarian lingkungan desa serta memanfaatkan jejaring antar pemangku kepentingan, akan melahirkan aksi dan gerakan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam menuju perbaikan lingkungan hidup.

Selain LA-LI dan PT. AQUA adapun beberapa unsur yang terlibat dalam kegiatan tersebut diantaranya yaitu Pemerintah Desa Cisaat, BP3K Kec. Cicurug, BELANTARA (Bela Alam Nusantara) JABAR, dan delegasi masyarakat yang direkomendasi sebagai kelompok kerja. Kegiatan konservasi tersebut dilaksanakan pada tanggal 30-31/08/16 di Situs Batu Kujang Kp. Tenjolaya Ds. Cisaat Cicurug-Sukabumi.

Ada beberapa tahapan kegiatan diantaranya; Pembukaan dan sambutan dari Fasilitator konservasi, sambutan Direktur LA-LI, sambutan Manager CSR PT. AQUA, sambutan Pengelola Situs Batu Kujang, dan sambutan sekaligus membuka acara oleh Pemerintah Desa Cisaat. Selanjutnya ada beberapa sesi kegiatan diantaranya; SESI I Membangun Kesadaran Tentang Pentingnya Konservasi Berbasis Budaya Lokal oleh Aang Erlan H (direktur LA-LI), SESI II Penyusunan Data Informasi Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat oleh Bayu Permana, Skom.I, SESI III Pembentukan Kolompok Masyarakat (POKJA) oleh Asep Shidqi Zaelani, SESI IV FGD (Focus Goup Discussion) Konservasi DAS Cisaat oleh Haetimi (fasilitator konservasi), dan SESI V Konservasi DAS Berbasis Budaya Lokal (Perspektif Karuhun) oleh Kang Rahmat Leuweng (KPLH BELANTARA JABAR).

Dalam sambutannya Aang (direktur LA-LI) menegaskan bahwa, “Program Pokok dari Konservasi DAS yaitu konsen di pemberdayaan masyarakat melalui; peningkatan kapasitas petani (masyarakat), konservasi berbasis budaya lokal, dan konservasi berbasis ekonomi”. Tidak hanya itu pihak Aqua yang diwakili oleh Cacas (manajer CSR) menuturkan bahwa, “Melalui program konservasi ini PT. Aqua turut berkontribusi dalam melestarikan alam dan menjalin kemitraan dengan LA-LI agar program tersebut dapat di implementasikan dengan baik. Keterlibatan Aqua membuktikan bahwa perusahaanpun bertanggungjawab dalam menjaga ekosistem dan kelestarian alam, tidak hanya mengambil manfaat nya saja.

Selain itu beberapa testimoni juga dilontarkan oleh Haetimi (Fasilitator) “Lali membutuhkan kelembagaan yang direkomendasikan oleh pemerintah Desa Cisaat berbentuk kelompok kerja dari unsur masyarakat di sekitar lokasi penyangga situs batu kujang, maka diperlukan kerja sama antar unsur baik pemerintah desa, LA-LI, Aqua, maupun masyarakat”. Pernyataan tersebut disambut baik oleh Pemerintah Desa dalam hal ini diwakili oleh Ust. Ridwan (BPD) “Atas nama pemerintah Desa Cisaat bersukur dan berterimakasih atas terselenggaranya kegiatan konservasi ini dan merekomendasikan kelompok masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan ini”. Tidak hanya itu Wawan (juru kunci situs) pun berterimakasih dan mengapresiasi kegiatan tersebut, “Memang benar bahwa di sekitar situs banyak lahan gundul dan lahan kritis yang mengakibatkan sungai kekeringan. Dengan program inikami sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan tersebut. Selanjutnya kami berterimaksih kepada semua pihak yang telah terlibat”.

Diakhir agenda konservasi, LA-LI menghadirkan pemateri dari KPLH BELANTARA JABAR yaitu Rahmat Leuweng (nama trend di dunia maya). Pemateri berbagi informasi terkait Konservasi Berbasis Kearifan Budaya Lokal, yang menarik dari materi ini yaitu bahwa tidak hanya tinjauan akademis yang berbasis ilmah saja yang disampaikan tetapi ada juga sisi perspektif karuhun (istilah sunda) yang berbasis alamiah dan dianggap mampu membangun kesadaran masyarakat terhadap lingkungan dan ekosistem alam.

Dari berbagai rangkaian acara yang telah dilaksanakan membuktikan bahwa tingkat kepedulian berbagai unsur masyarakat terhadap lingkungan masih tinggi. LA-LI berharap kegiatan ini tidak selesai hanya sampai di sini saja tetapi kegiatan ini akan terus berlanjut dan kontinouitas. (ASZ)